Jumat, 25 Agustus 2017
Jumat, 14 Oktober 2016
Manajemen Pengembangan Kurikulum
Perubahan SNP
PP No. 19 Tahun 2005 Menjadi PP No 32 Tahun 2013
Oleh: Ronaldus S. Rilman, M.Pd.
![]() |
| (Source Image: http://3.bp.blogspot.com/) |
A.
Pengertian
Menurut Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 bab 1 pasal 1 ayat 1, yang dimaksud dengan standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan kata lain, setiap lembaga pendidikan dituntut untuk memenuhi kriteria minimum yang telah ditentukan. Guna tercapainya tujuan pemerataan pendidikan di wilayah hukum Negara Kesatuan republik Indonesia.
Dalam pelaksanaan peningkatan mutu pendidikan, haruslah ada yang menjamin dan mengendalikan mutu pendidikan sehingga sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Dalam hal ini pemerintah melakukan evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi. Ketiga proses ini dilaksanakan untuk menentukan layak tidaknya lembaga pendidikan yang berstandar nasional.
Standar Nasional Pendidikan bertujuan bukan hanya untuk memeratakan standar mutu pendidikan di Negara Kesatuan Republik Indonesi, tetapi juga untuk memenuhi tuntutan perubahan lokal, nasional dan, global. Dikarenakan mutu pendidikan di Indonesia telah jauh tertinggal dari negara ASEAN yang lain, maka peningkatan-peningkatan di segi pendidikan akan terus terjadi. Sehingga mutu pendidikan di Indonesia bisa bersaing dengan negara lain.
Menurut Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 bab 1 pasal 1 ayat 1, yang dimaksud dengan standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan kata lain, setiap lembaga pendidikan dituntut untuk memenuhi kriteria minimum yang telah ditentukan. Guna tercapainya tujuan pemerataan pendidikan di wilayah hukum Negara Kesatuan republik Indonesia.
Dalam pelaksanaan peningkatan mutu pendidikan, haruslah ada yang menjamin dan mengendalikan mutu pendidikan sehingga sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Dalam hal ini pemerintah melakukan evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi. Ketiga proses ini dilaksanakan untuk menentukan layak tidaknya lembaga pendidikan yang berstandar nasional.
Standar Nasional Pendidikan bertujuan bukan hanya untuk memeratakan standar mutu pendidikan di Negara Kesatuan Republik Indonesi, tetapi juga untuk memenuhi tuntutan perubahan lokal, nasional dan, global. Dikarenakan mutu pendidikan di Indonesia telah jauh tertinggal dari negara ASEAN yang lain, maka peningkatan-peningkatan di segi pendidikan akan terus terjadi. Sehingga mutu pendidikan di Indonesia bisa bersaing dengan negara lain.
Kamis, 06 Oktober 2016
Visit Flores 2016
WISATA SEJARAH: KAMPUNG BENA
![]() |
| (Google Image) |
Sebuah kampung tradisional bernama Bena telah menjadi salah satu tujuan wajib saat Anda menyambangi Pulau Flores. Di sini waktu seakan terhenti dimana kehidupan dari masa zaman batu masih dapat Anda nikmati dan resapi bersama keramahan penduduknya yang mengesankan dengan senyum di mulut dan gigi yang berwarna merah karena mengunyah sirih pinang. Nikmatilah kemewahan dan kemegahan salah satu warisan budaya Nusantara yang mengagumkan di Bena.
Bertengger dengan berporoskan pada Gunung Inerie (2245 m dpl),
Kamis, 22 September 2016
Teori Belajar
TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK
Oleh:
Ronaldus S. Rilman, M.Pd.
1. Pengertian Teori Belajar Behavioristik
Adalah
teori yang menjelaskan bahwa perilaku sepenuhnya merupakan hasil dari kegiatan
belajar.
2. Tokoh dan Kerangka Berfikir Teorinya
a) Edward Lee Thomdike (1874-1949)
Menurut Thomdike,belajar merupakan peristiwa
terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa yang disebut stimulus dengan
respon. Ia mengadakan percobaan dengan seekor kucing yang dikurung dalam
sangkar yang tertutup dengan pintu kecil yang secara otomatis kalau disentuh
dapat terbuka. Kalau di luar sangkar diletakan makanan maka kucing tersebut
akan berusaha keluar dengan cara percobaan-percobaan (trial) dan kegagalan-kegagalan (error)
terlebih dahulu dan kemudian berhasil keluar karena dilakukan berulang-ulang.
Sehingga bentuk paling dasar dari belajar adalah “Trial and Error Learning” atau “Selecting
and connecting Learning”. Sering juga disebut teori belajar koneksionisme
atau teori asosiasi.
Rabu, 01 Juni 2016
KOMPARASI KURIKULUM DI
INDONESIA DENGAN NEGARA LAIN
Oleh:
Ronaldus S. Rilman, M.Pd.
Ilmu
pengetahuan merupakan sebuah jalan untuk mempermudah kehidupan umat manusia.
Ketika manusia sudah memiliki ilmu pengetahuan maka tingkat kehidupannya pun
semakin membaik. Agar seluruh masyarakat memiliki ilmu pengetahuan secara
merata, maka dibuatlah sebuah sistem agar ilmu pengetahuan mampu dipelajari
dengan mudah. Pendidikan adalah sebuah sistem yang didalamnya terdapat
komponen-komponen penunjang dalam usaha mencapai tujuan mencerdaskan
masyarakat. Setiap negara memiliki tujuan dan sistem pendidikan yang berbeda
sesuai dengan visi dan misi negara mereka. Indonesia merupakan negara yang
sangat mementingkan pendidikan, hal ini tertuang dalam Undang-Undang Dasar
’45 yang merupakan pondasi dasar negara ini.
Kita mampu
melihat sejauhmana perkembangan pendidikan di Indonesia jika dibandingkan
dengan negara lain dengan melihat aspek-aspek pendidikan yang global. Aspek
pendidikan secara global mampu dilihat melalui aspek pendidik, anak didik, alat
pendidikan, dan tujuan pendidikan. Indonesia negara yang saat ini menganggarkan
20% APBN nya untuk pendidikan terasa masih sangat kurang untuk memenuhi
kebutuhan proses pembelajaran. Aspek-aspek pendidikan yang akan penulis
kaji merupakan mempunyai tujuan untuk membandingkan tingkat
keberhasilan pendidikan di Indonesia dengan negara tetangganya. Untuk
mengetahui perbandingan aspek-aspek ini, kita harus mengetahui dahulu
pengertian dari masing-masing aspek.
Pendidik
adalah orang dewasa yang telah dianggap mampu bertanggung jawab terhadap apa
yang diajarkan kepada anak didik. Sedangkan anak didik adalah individu yang
butuh bimbingan dan arahan dalam bertingkah laku dari pendidik. Aspek yang
lainnya yakni alat pendidikan yang merupakan sarana untuk mencapai tujuan
pendidikan yang didalamnya berisi komponen pendidikan yang bersinergi satu sama
lain. Sedangkan tujuan pendidikan di setiap negara berbeda-beda sesuai dengan
tujuan negara dalam menciptakan generasi penerus bangsa. Bisa dikatakan bahwa
tujuan pendidikan adalah mentransformasikan seluruh nilai dan norma serta
perkembangan ilmu pengetahuan kepada generasi penerus.
Senin, 26 Januari 2015
Biography Tokoh Dunia
CHARLES DARWIN
(1809-1882)
Lahir 12 Februari 1809 di Shrewsbury , Inggris. Charles Darwin penemu
teori evolusi organik dalam arti seleksi alamiah ini pada umur enam belas tahun
masuk Universitas Edinburg belajar kedokteran, tetapi baik kedokteran maupun
anatomi dianggapnya ilmu yang bikin jemu. Tak lama kemudian dia pindah ke Cambridge belajar unsur
administrasi perkantoran. Walau begitu, berburu dan naik kuda di Cambridge jauh lebih
digemarinya ketimbang belajar ilmu itu. Dan walaupun begitu, dia toh masih bisa
memikat perhatian salah satu mahagurunya yang mendorongnya supaya ikut dalam
pelayaran penyelidikan di atas kapal H.M.S. Beagle sebagai seorang naturalis.
Mula-mula ayahnya keberatan dengan penunjukan ini. Pikirnya, perjalanan macam
itu hanyalah dalih saja buat Darwin yang enggan dengan pekerjaan serius.
Untungnya, belakangan sang ayah bisa dibujuk dan merestui perjalanan itu yang
akhirnya ternyata merupakan perjalanan yang paling berharga dalam sejarah ilmu
pengetahuan Eropa.
Darwin mulai berangkat berlayar di atas kapal Beagle tahun
1831. Waktu itu umurnya baru dua puluh dua tahun. Dalam masa pelayaran lima
tahun, kapal Beagle mengarungi dunia, menyelusuri pantai Amerika Selatan dalam
kecepatan yang mengasyikkan, menyelidiki kepulauan Galapagos yang sunyi
terpencil, mengambah pulau-pulau di Pacifik, di Samudera Indonesia dan di
selatan Samudera Atlantik. Dalam perkelanaan itu, Darwin menyaksikan banyak
keajaiban-keajaiban alam, mengunjungi suku-suku primitif, menemukan jumlah
besar fosil-fosil, meneliti pelbagai macam tetumbuhan dan jenis binatang. Lebih
jauh dari itu, dia membuat banyak catatan tentang apa saja yang lewat di depan
matanya. Catatan-catatan ini merupakan bahan dasar bagi hampir seluruh karyanya
di kemudian hari. Dari catatan-catatan inilah berasal ide-ide pokoknya, dan
kejadian-kejadian serta pengalamannya jadi penunjang teori-teorinya.
Selasa, 13 Januari 2015
Biography Tokoh Dunia
ISAAC NEWTON
(1642-1727)
Isaac Newton,
ilmuwan paling besar dan paling berpengaruh yang pernah hidup di dunia, lahir
di Woolsthrope, Inggris, tepat pada hari Natal tahun 1642, bertepatan tahun
dengan wafatnya Galileo. Seperti halnya Nabi Muhammad, dia lahir sesudah
ayahnya meninggal. Di masa bocah dia sudah menunjukkan kecakapan yang nyata di
bidang mekanika dan teramat cekatan menggunakan tangannya. Meskipun anak dengan
otak cemerlang, di sekolah tampaknya ogah-ogahan dan tidak banyak menarik
perhatian. Tatkala menginjak akil baliq, ibunya mengeluarkannya dari sekolah
dengan harapan anaknya bisa jadi petani yang baik. Untungnya sang ibu bisa
dibujuk, bahwa bakat utamanya tidak terletak di situ. Pada umurnya delapan
belas dia masuk Universitas Cambridge. Di sinilah Newton secara kilat menyerap
apa yang kemudian terkenal dengan ilmu pengetahuan dan matematika dan dengan
cepat pula mulai melakukan penyelidikan sendiri. Antara usia dua puluh satu dan
dua puluh tujuh tahun dia sudah meletakkan dasar-dasar teori ilmu pengetahuan
yang pada gilirannya kemudian mengubah dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)














